Nih Dia Jenis-Jenis Artikel

Setidaknya, artikel dibagi lagi jadi delapan type sesuai dengan type penulisannya.

Kedelapan artikel berikut adalah.

1. Artikel Deskriptif
Artikel deskripsi adalah artikel yang berwujud karangan dengan penggambaran tahu bakal suatu persoalan atau kondisi dengan memakai pancaindera sehingga pembaca seolah melihat beberapa Informasi seputar Artikel , mendengar, atau merasa.

Contoh artikel deskripsi:

Kota Yogyakarta sebenarnya istimewa. Bukan hanya istimewa negerinya tapi termasuk orang-orangnya. Seperti pepatah, ‘don’t judge book by it’s cover’ seperti itulah Yogyakarta dikarenakan meski penampilannya preman, ternyata orangnya terlampau ramah dan sopan. Negerinya tertata dengan baik. Akses menuju ke Yogyakarta terlampau enteng dijangkau, menghendaki memakai kereta, bus, atau pesawat semua tersedia.

Di Yogyakarta mempunyai lebih dari satu atraksi yang sanggup dijadikan penelitian menarik. Sebutlah Keraton Ngayogyakarta dan wisata-wisata lain di sekitarnya. Mulai dari kearifan lokal sampai buatan, wisata di Yogyakarta terlampau lengkap.

Artikel deskripsi dibagi jadi dua, berdasarkan fakta dan fiksi.

Contoh di atas adalah umpama artikel deskripsi berdasarkan fakta.

Bagaimana dengan yang fiksi?

Mungkin kalian pernah membaca buku cerita fiksi?

Pasti pernah ya.

Ya deskripsinya seperti itu. Lebih jelasnya cermati contohnya di bawah ini.

Jakarta, si ibukota panas. Bukan hanya panas dikarenakan cuaca tapi termasuk orang-orangnya. Mereka cuek dan condong individualis. Namun, banyak kelebihan yang tersuguh di sini.

Ketika menginjakkan kaki pertama kali, Jakarta beri tambahan kesan kotor. Banjir. Air tergenang di mana-mana, transportasi semrawut. Angin yang berembus tidak semilir sejuk tapi panas.

Semakin berkaca-kaca mata ini dikala menyaksikan bagaimana tatanan kotanya yang memicu siapa pun menghendaki memaki. Kendaraan terparkir di bahu jalur mempersempit jalur yang telah sempit. Pengendara motor yang berlalu-lalang di jalur tol atau jalur busway tanpa menghiraukan peraturan dan keselamatan diri.

2. Artikel Naratif
Sederhananya, naratif atau narasi dikenal dengan cerita.

Dalam narasi tersedia unsur peristiwa atau kejadian yang dituliskan secara rangkaian atau runtut.

Di dalamnya pun terdapat konflik. Sama seperti deskripsi, artikel ini sanggup berwujud fakta dan fiksi.

Fiksi telah tahu tidak wajib dijelaskan lagi dikarenakan tersedia banyak: cerpen, oneshoot, twoshoot, threeshoot, foushoot, long story, cerbung, novela, novel, dan lain sebagainya.

Sedangkan fakta berwujud autobiografi, biografi, memoar, dan lain sebagainya.

3. Artikel Eksposisi
Artikel ini memuat percakapan deskripsi atau penjelasan dari suatu topik dengan target beri tambahan informasi atau ilmu tambahan pada pembaca.

Untuk memperkaya artikel, umumnya bakal ditambahkan dengan grafik, ilustrasi gambar, statistik, atau tabel.

Contoh artikel eksposisi:

Editor terbagi jadi lebih dari satu sub-bidang. Di antaranya editor kepala, editor teknis, editor bahasa, dan lain sebagainya. Mereka mempunyai tugas dan kewajibannya tiap-tiap yang diatur didalam satu naungan yakni manajemen editorial.

Di bidang literasi, pengeditan oleh editor berfokus pada tekhnis dan substansial. Teknis terdiri dari type penulisan artikel, kalimat, paragraf yang dituliskan penulis, dan yang tentang dengan tekhnis penulisan; sedangkan substansial berkonsentrasi pada isi buku atau naskah yang diedit: telah tepatkan knowledge dan fakta yang dikemukakan oleh penulis didalam bukunya.

4. Artikel Argumentasi
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk perlihatkan kebenaran dari pendapat atau asumsi dengan melampirkan knowledge atau fakta sebagai alasan atau bukti.

Artikel ini termasuk menginginkan pembenaran dari pembaca bakal apa yang dikemukakan penulis.

Dalam artikel ini tersedia elemen pendapat, data, fakta, dan alasan yang saling mendukung.

Contoh artikel argumentasi:

Bagi seseorang yang menghendaki bekerja sebagai editor wajib sanggup memenuhi semua syarat jadi editor. Beberapa di antaranya yang dikutip dari buku karya Pamusuk Eneste berjudul Buku Pintar Penyuntingan Naskah adalah tahu tata bahasa, kode etik profesi, dan mempunyai wawasan yang luas.

Seorang editor wajib menguasai tata bahasa. Tanpa penguasaan ini, bagaimana dia sanggup bekerja melakukan perbaikan naskah jadi bhs yang baik dan benar jikalau tidak menguasainya?

Setiap profesi, apa pun itu mempunyai kode etik. Tak jikalau editor. Adanya kode etik ini bakal menyesuaikan bagaimana sikap kerja editor sehingga tidak tersedia pelanggaran etika dikala mengedit naskah. Eksistensi kode etik termasuk jadi bukti bahwa editorial itu mempunyai batasan yang tidak sanggup dilanggar dan wajib dipatuhi demi kebaikan bersama, baik editor maupun penulis.

Terakhir, editor wajib mempunyai wawasan luas. Saat ini, editor telah merangkap lebih dari satu tugas. Seperti editor novel yang termasuk mengedit naskah puisi. Tanpa penguasaan ilmu tentang puisi, bagaimana editor sanggup melakukan tindakan sebagai editor yang baik? Tentunya, diksi didalam puisi dan novel tahu berlainan sehingga penguasaan wawasan jadi salah satu pendukung didalam pekerjaan ini.

5. Artikel Persuasi
Sesuai dengan namanya, artikel persuasi adalah artikel yang mempunyai target untuk membujuk atau mempengaruhi pembaca untuk melaksanakan suatu tindakan.

Topik atau tema yang pas untuk dijadikan artikel persuasi seperti hidup sehat atau tahu diri memerangi plagiat, dan lain sebagainya.

6. Artikel Eksploratif
Ini adalah karangan yang memuat ungkapan dari knowledge dan fakta dari sisi penulis. Contohnya adalah makalah penelitian.

7. Artikel Prediktif
Artikel yang memuat tentang suatu hal belum terjadi atau bakal terjadi, sifatnya sangkaan, dugaan, dan taksiran. Contohnya perkiraan cuaca harian atau perkiraan skor akhir pertandingan klub sepak bola.

8. Artikel Eksplanatif
Karangan yang dibikin untuk menerangkan atau menjelaskan suatu hal kepada pembaca dari berbagai sudut pandang, terkhusus sudut pandang penulis.