Jenis Audit Internal untuk Perusahaan

Berikut ini merupakan model audit internal yang biasanya dilakukan auditor untuk perusahaan.

1. Audit Teknologi Informasi
Untuk model audit yang satu ini dilakukan guna melaksanakan penilaian termasuk proses Info perusahaan. Auditor akan menegaskan apakah telah terjadi bersama aman. Selain itu, diberlakukan audit ini agar mampu menegaskan pertolongan knowledge sensitif bersama lebih akurat.

2. Audit Operasional
Audit operasional miliki cakupan terhadap bermacam bidang, keliru satunya adalah melaksanakan evaluasi untuk pengendalian internal. Apakah telah terlaksana bersama baik dan beroperasi cocok fungsinya. Audit ini dilakukan untuk melaksanakan peninjauan apakah perusahaan telah melaksanakan prosedurnya bersama berkesinambungan dan efisien di JASA AUDIT. Apakah jalannya kegiatan operasional perusahaan telah cocok bersama standar, kebijakan dan memenuhi persyaratan.

3. Audit Kinerja
Sementara itu, untuk tugas audit internal spesifik kinerja adalah melaksanakan evaluasi kinerja sebuah perusahaan. Kemudian melaksanakan komparasi bersama obyek dan sasaran yang telah disusun pada mulanya oleh para direksi atau oleh manajemen perusahaan.

 

Kualitas yang Dibutuhkan dan Dihindari dari Auditor Internal
Dalam menjalankan setiap tugasnya, ada lebih dari satu mutu atau prinsip kerja yang diperlukan demi suksesnya tugas audit internal. Di antaranya sebagai berikut:

Bersikap independen dan tidak miliki keberpihakan
Teliti dan tekun sementara mengamati visual dan mendengarkan laporan yang disampaikan
Kemampuan di dalam menyusun catatan yang detail dan terstruktur
Komunikatif dan mampu bersikap bijaksana
Berpengalaman dan didukung ilmu luas tentang objek yang jadi auditee
Sementara itu, tersebut ini adalah lebih dari satu perihal yang dihindari atau tidak diharapkan dari para auditor:

Tidak bekerja secara independen dan banyak dikendalikan oleh auditee demi keuntungan
Persiapan yang jelek dan tidak matang sepanjang proses audit
Kurangnya ilmu dan Info agar jadi tidak tegas dan tidak miliki konsistensi
Terlalu ekspresif secara berlebihan
Terlalu subyektif di dalam melaksanakan penilaian dan tidak mampu mengantarai urusan personal
Tidak miliki kecermatan di dalam penyimpanan catatan audit
Untuk mampu bertugas cocok bersama tanggung jawab yang diemban, audit internal miliki wewenang sebagai berikut:

Memiliki akses akan Info yang diperlukan bersama lengkap
Dapat berkomunikasi secara segera bersama dewan direksi, komisaris dan komite audit
Menggelar rapat secara rutin atau berkala bersama dewan direksi, komisaris dan komite audit sekaligus
Melakukan koordinasi bersama auditor eksternal untuk kesuksesan tugasnya

Demikian perihal tugas audit internal beserta tanggung jawabnya yang perlu Anda ketahui. Jangan hingga Anda keliru di dalam menentukan partner untuk melaksanakan audit. Karena kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan gawat yang perlu ditangani ahlinya jika menginginkan memajukan perusahaan Anda.